Berita terbaru dari Stadion Giuseppe Meazza, Tuntas sudah karier “singkat” Giampiero Gasperini di kursi pelatih Internazionale Milan. Pria berambut putih yang juga mantan pelatih Genoa ini akhirnya diberhentikan oleh presiden Inter Milan, Massimo Moratti. Ini di dasari oleh hasil minor yang di peroleh Inter Milan sampai memasuki pekan ke empat ini. Dari 3 pertandingan yang sudah dilakoni, Inter milan hanya memperoleh 1 poin dari 1 kali seri dan 2 kali kalah di liga, dan mereka pun terpuruk di posisi 17 klasemen atau 1 tingkat tepat di atas bibir jurang degradasi. Dari 3 pertandingan liga yang sudah di jalani itu, inter membuka musim dengan kalah 3-4 dari Palermo, imbang 0-0 dengan AS Roma, dan yang paling memalukan adalah ditekuk tim promosi Novara tengah pekan kemarin dengan skor mencolok, 3-1. Di Liga Champion, mereka pun kalah hanya oleh Tim “pengganti” asal Turki, Tranbzonspor 0-1. Kegagalan Gasperini dalam menukangi Inter Milan banyak dianggap oleh para pengemat sepak bola maupun oleh para suporter fanatik La Beneamata dikarenakan ia tak bisa mengeluarkan potensi terbaik dari para pemain bintangnya. Selain itu, pelatih diam ini dianggap memberlakukan taktik yang salah yaitu 3-4-3 yang dianggap banyak membuat lubang dan titik lemah di daerah pertahanan.
Pemecatan Gasperini sebenarnya mulai dihembuskan oleh suporter fanatik Inter sejak mereka dikalahkan Trabzonspor. Dan akhirnya presiden Inter, Massimo Moratti turun tangan kemrarin. Inter milan pun tidak menunggu lama untuk mencari pengganti Gasperini, berita terbaru menyebutkan bahwa mereka sudah mengontrak mantan pelatih AS Roma Claudio Ranieri. Pelatih bertangan dingin yang juga pernah menukangi Juventus, Fiorentina, Parma, Chelsea, dan Atletico Madrid ini dianggap mempunyai kapasitas serta pengalaman yang banyak untuk mengangkat Inter dari keterpurukan. Selama ini Ranieri terkenal sebagai pelatih yang mampu dan cepat mengangkat mental sebuah tim yang sedang terpuruk. Menurut berita terbaru dari salah satu harian olah raga terkemuka italia, Ranieri akan dikontrak hingga tahun 2013 dan diharap bisa mengangkat performa inter milan untuk bersaing merebut gelar Serie A maupun Liga Champions.






